Senin, 09 November 2009

Re: [beasiswa] Re: [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?



 
Dear Mas Topan,
 
Tergantung regulasi Negaranya, Pengalaman di Belanda, Kamar untuk yang single dan berkeluarga berbeda, sehingga jika membawa keluarga harus sewa apartment yang untuk peruntukan keluarga, selain itu jumlah pendapatan jika membawa keluarga harus tertentu (diatas jumlah beasiswa yang diperoleh), sehingga ada rekan yang mengambil jalur (sudah di Plan secara teratur) setiap bulan pinjam uang teman di transfer ke rekeningnya, lalu setelah masuk, uang itu di tarik lagi lalu di kembalikan ke teman ybs.
Cari kerja juga tidak mudah, kebanyakan butuh sedikit kemampuan bahasa Belanda, memang ada juga yang bisa dapat kerja tergantung kota tempat tinggalnya, namun kuatir kuliahnya nggak bisa optimal.
Saran saya kontak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) kota setempat minta info detail mengenai kota tersebut.
 
Selalu ada cara, Semoga Sukses
 
Thanks & rgds
   
 


--- On Mon, 11/9/09, Erwin Harahap <erwin2h@yahoo.com> wrote:

From: Erwin Harahap <erwin2h@yahoo.com>
Subject: Re: [beasiswa] Re: [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?
To: beasiswa@yahoogroups.com
Date: Monday, November 9, 2009, 10:04 AM

 
Dear Mas Topan,

Saya saat ini sudah berkeluarga dengan 2 orang anak.
sy juga punya permasalahan yang sama, apakah keluarga akan saya bawa bersama saya atau tidak,
akhirnya dengan berbekal keyakinan, saya bawa keluarga 3 bulan yang lalu.
sy memperoleh beasiswa S2 selama 2 tahun. Setahun lalu, sy tinggal sendiri dan sy pelajari semua hal
untuk menghidupi keluarga. Alhamdulillah saat ini sy tinggal bersama keluarga hingga studi selesai.

saya kira untuk masalah biaya keluarga, itu tergantung dari negara tempat kita tinggal belajar.
Pendapatan sy saat ini hanya dari beasiswa, karena tidak ada waktu untuk kerja sampingan.
tetapi karena keyakinan dan berkah dari Allah Swt, pengeluaran sy bersama keluarga saat ini jauh lebih hemat
dibanding saat saya tinggal sendiri. Malah sy dapat menyekolahkan anak saya yang paling besar kelas 5 SD.

Insya Allah jika kita yakin, akan selalu ada jalan.
Prinsip saya, keluarga adalah tanggung jawab saya,
karena itu apa pun resikonya, sy akan bawa keluarga sy kemana pun saya pergi,

Salam,

Erwin Harahap

WestLab - Hiroaki Nishi Laboratory
Graduate School of Integrated Design Engineering,
Keio University
Japan

____________ _________ _________ __
From: Ihshan <gumsaviour@yahoo. com>
To: beasiswa@yahoogroup s.com
Sent: Sat, 7 November, 2009 22:41:25
Subject: [beasiswa] Re: [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?

Hi Bos topan,

Memang apa yang anda pikirkan bukanlah permasalahan anda sendiri. Ini memang menjadi masalah para penggila ilmu yang rela pergi ke hujung dunia walaupun harus meninggalkan keluarga.

Saya belum berkeluarga bos, tapi selama perjalanan saya sedikit "melanglang" buana bertemu dengan students yang udah punya keluarga mungkin saya bisa sharing.

1. Kalo ada kesempatan yang kira-kira sudah "cukup" dan anda yakin untuk meninggalkan keluarga . Mungkin kalo menurut saya anda bisa berangkat. Walaupun memang terkadang secara matematika finansial sewaktu berangkat tetap menghkawatirkan keluarga yg ditinggalkan. Akan tetapi jalan selalu ada bos untuk cari kerjaan ke di luar negeri. Mungkin juga tergantung di mana dulu negaranya.

Kalo untuk deket2 north america sini...yah asal kita mau , kerjaan apa aja sih banyak.

2. Tetep semangan dan jangan mundur bro. Apa pun yang terjadi pasti ada jalanya. Itu yakin banget bos saya...

3. You never know if you never try.....

Cheers
igum
--- In beasiswa@yahoogroup s.com, Arie Agustien <fun_fearless_ ayix@...> wrote:
>
> Hi Cak Topan,
> Kebetulan aku sudah berkeluarga dan pernah mengalami ditinggal suami belajar ke luar negeri. Kalau menurutku, cak Topan tidak perlu terlalu merisaukan hal itu, memikirkan sih wajar tapi sambil diupayakan jalannya. Berdoa saja, Insya Allah kalau memang cak Topan memperoleh beasiswa itu, akan dimudahkan semua jalannya termasuk urusan menghidupi keluarga.
>
> Pengalamanku dulu, aku sedang hamil 3 bulan di Banda Aceh, tidak memiliki keluarga di sini dan suamiku yang sebelumnya juga bekerja di Banda Aceh memperoleh beasiswa ke Thailand. Aku dulu sangat bingung, khawatir, karena hamil pertama di rantau ditinggal ke luar negeri pula. Mau ikut ke Thailand, beasiswa tidak cukup. Mau pulang ke Surabaya (kampung halaman), bingung memikirkan biaya untuk melahirkan dan biaya lain2 (karena tidak mungkin membebani orang tua). Akhirnya kuputuskan untuk tetap bekerja di Banda Aceh, dengan berbekal keyakinan bahwa pasti diberi kemudahan. Alhamdulillah walau awalnya berat, tapi Allah selalu memberi jalan hingga saat ini suamiku sudah lulus.
>
> Ok Cak, semoga ini bisa memberi sedikit pencerahan untuk Cak Topan dan Keluarga
>
> Salam,
> Arie
>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ __
> From: "cak.topan@. .." <caktopan@.. .>
> To: beasiswa@yahoogroup s.com
> Sent: Wed, November 4, 2009 2:26:38 PM
> Subject: [beasiswa] [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?
>
>
> Dear all;
>
> sudah setahun lebih mengikuti milis ini, mungkin ini kali kedua saya mengirimkan email ke forum ini.
> saya 32 tahun, pekerja swasta berminat mengikuti salah satu program beasiswa di Eropa.
> sekarang ini, saya sudah mendaftar pada 2 universitas. Tinggal dijalanin saja step-by-stepnya. ^_^
>
> ini problem yang saya rada susah cari pemecahannya dan saya berharap mendapatkan sedikit pencerahan disini.
> Kolega2 di sekitar saya juga bingung jawabnya, karena ga ada yang pengalaman.
> Ceritanya, saya adalah bapak dari 2 anak. Istri saya cuma ibu rumah tangga yang seneng bikin dan jual kue. Alhamdulillah, laku tapi sepertinya belum bisa dijadikan sandaran hidup.
> Namun begitu, istri saya merestui dan mendukung cita2 saya untuk melanjutkan pendidikan.
>
> Bayangan saya, beasiswa diberikan pada penerimanya saja dengan deal2 tertentu. Sedangkan keluarga tidak ditanggung. Betul begitu?
> Dari beberapa kasus yang saya temukan (baca2 disini juga dan tanya2 teman), memang keluarga ada yang ditanggung, ada juga yang tidak.
>
> keluarga kami sih siap dengan konsekuensinya. walaupun begitu, saya ya berpikir apa ya boleh kerja di sana?
> jika boleh, seinget saya ya terbatas. jika terbatas, tentunya pemasukan ya terbatas.
>
> Adakah dari anda punya kesamaan situasi dengan saya? dan bagaimana pengalaman2 anda semua yang sudah berkeluarga mengatasi hal ini?
>
> sekali lagi, saya adalah pegawai swasta yang mana akan mengundurkan diri juga jika memang mendapatkan beasiswa tersebut. sehingga, pendapatan otomatis putus.
>
> Matur nuwun atas sharing bapak/ibu/mas dan mbak sekalian.
>




__._,_.___


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS:
http://id-scholarships.blogspot.com/

===============================

INFO LOWONGAN DI BIDANG MIGAS:
http://www.lowongan-kerja.info/lowongan/oil-jobs/

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

0 comments:

Poskan Komentar

 
Great HTML Templates from easytemplates.com. | manhattan lasik | websites for accountants