Sabtu, 07 November 2009

Re: [beasiswa] [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?



Hi Cak Topan,
Kebetulan aku sudah berkeluarga dan pernah mengalami ditinggal suami belajar ke luar negeri. Kalau menurutku, cak Topan tidak perlu terlalu merisaukan hal itu, memikirkan sih wajar tapi sambil diupayakan jalannya. Berdoa saja, Insya Allah kalau memang cak Topan memperoleh beasiswa itu, akan dimudahkan semua jalannya termasuk urusan menghidupi keluarga.
 
Pengalamanku dulu, aku sedang hamil 3 bulan di Banda Aceh, tidak memiliki keluarga di sini dan suamiku yang sebelumnya juga bekerja di Banda Aceh memperoleh beasiswa ke Thailand. Aku dulu sangat bingung, khawatir, karena hamil pertama di rantau ditinggal ke luar negeri pula. Mau ikut ke Thailand, beasiswa tidak cukup. Mau pulang ke Surabaya (kampung halaman), bingung memikirkan biaya untuk melahirkan dan biaya lain2 (karena tidak mungkin membebani orang tua). Akhirnya kuputuskan untuk tetap bekerja di Banda Aceh, dengan berbekal keyakinan bahwa pasti diberi kemudahan. Alhamdulillah walau awalnya berat, tapi Allah selalu memberi jalan hingga saat ini suamiku sudah lulus.
 
Ok Cak, semoga ini bisa memberi sedikit pencerahan untuk Cak Topan dan Keluarga
 
Salam,
Arie
 

 


From: "cak.topan@batam.riau" <caktopan@yahoo.com.sg>
To: beasiswa@yahoogroups.com
Sent: Wed, November 4, 2009 2:26:38 PM
Subject: [beasiswa] [BUTUH INFO] bagaimana menghidupi keluarga jika sedang kuliah?

 

Dear all;

sudah setahun lebih mengikuti milis ini, mungkin ini kali kedua saya mengirimkan email ke forum ini.
saya 32 tahun, pekerja swasta berminat mengikuti salah satu program beasiswa di Eropa.
sekarang ini, saya sudah mendaftar pada 2 universitas. Tinggal dijalanin saja step-by-stepnya. ^_^

ini problem yang saya rada susah cari pemecahannya dan saya berharap mendapatkan sedikit pencerahan disini.
Kolega2 di sekitar saya juga bingung jawabnya, karena ga ada yang pengalaman.
Ceritanya, saya adalah bapak dari 2 anak. Istri saya cuma ibu rumah tangga yang seneng bikin dan jual kue. Alhamdulillah, laku tapi sepertinya belum bisa dijadikan sandaran hidup.
Namun begitu, istri saya merestui dan mendukung cita2 saya untuk melanjutkan pendidikan.

Bayangan saya, beasiswa diberikan pada penerimanya saja dengan deal2 tertentu. Sedangkan keluarga tidak ditanggung. Betul begitu?
Dari beberapa kasus yang saya temukan (baca2 disini juga dan tanya2 teman), memang keluarga ada yang ditanggung, ada juga yang tidak.

keluarga kami sih siap dengan konsekuensinya. walaupun begitu, saya ya berpikir apa ya boleh kerja di sana?
jika boleh, seinget saya ya terbatas. jika terbatas, tentunya pemasukan ya terbatas.

Adakah dari anda punya kesamaan situasi dengan saya? dan bagaimana pengalaman2 anda semua yang sudah berkeluarga mengatasi hal ini?

sekali lagi, saya adalah pegawai swasta yang mana akan mengundurkan diri juga jika memang mendapatkan beasiswa tersebut. sehingga, pendapatan otomatis putus.

Matur nuwun atas sharing bapak/ibu/mas dan mbak sekalian.




__._,_.___


INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS:
http://id-scholarships.blogspot.com/

===============================

INFO LOWONGAN DI BIDANG MIGAS:
http://www.lowongan-kerja.info/lowongan/oil-jobs/

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

0 comments:

Posting Komentar

 
Great HTML Templates from easytemplates.com. | manhattan lasik | websites for accountants