web counter [beasiswa] Re: [butuh info] Ingin dapat PhD dengan tempo yang sesingkat-singkatnya - Beasiswa

Header Ads

PKK

[beasiswa] Re: [butuh info] Ingin dapat PhD dengan tempo yang sesingkat-singkatnya

CHAT DI WHATSAPP KLIK DISINI

1taiwanBANNER

Jika anda yang sedang mencari informasi [beasiswa] Re: [butuh info] Ingin dapat PhD dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, maka Beasiswa akan menyampaikan tentang [beasiswa] Re: [butuh info] Ingin dapat PhD dengan tempo yang sesingkat-singkatnya seperti dibawah ini:

[beasiswa] Re: [butuh info] Ingin dapat PhD dengan tempo yang sesingkat-singkatnya

Di beberapa negara seperti Jerman, Prancis, dan Inggris sistem pendidikannya menyediakan program doktor dalam 3 tahun. Namun ini lebih karena soal *pendanaan* (kandidat doktor) tidak dibiayai lebih dari 3 tahun, sehingga baik sang mahasiswa maupun sang profesor akan berusaha sekeras mungkin untuk bisa selesai dalam 3 tahun.

Namun persyaratan masuknya pun berat minimal S2 (Diplom) untuk Jerman atau B.Sc. first class Honors (S1-plus, nyaris setara S2) juga.

Ditinjau lebih jauh lagi, pertanyaan ini menurut saya "pointless". Masalahnya kelulusan doktor itu tergantung pada dua hal:

1 - Lulus ujian pra-doktoral/kandidat. Bentuk ujiannya bermacam-macam (bisa tulis, lisan, tulis+lisan) namun semuanya mensyaratkan pengetahuan yang dalam tentang bidang ilmu yang dipelajari dan topik/subjek penelitian yang hendak diteliti.

2 - Bisa menyelesaikan penelitian dengan publikasi.

Dua syarat dia atas berlaku di bagian dunia manapun. Syarat ke-2 adalah syarat yang lebih berat karena tidak ada yang tahu apakah sebuah topik penelitian dapat diselesaikan dalam 3 tahun sebelum penelitiannya sendiri dimulai. Entah topiknya terlalu lebar, datanya kurang, metodenya salah sehingga harus diulang, segala macam problem/masalah bisa terjadi.

Sebagai contoh, kejadian kerusakan di CERN LHC tahun lalu memaksa sekitar 1000 lebih mahasiswa doktoral fisika partikel eksperimen di seluruh dunia untuk tertunda selama 1.5 tahun. Hal ini sangat merepotkan baik di sisi mahasiswa maupun profesor, demikian pula dari segi lembaga pemberi dana (Menristek-nya negara-negara tsb).

My advice for Franklin's junior: Forget the idea, doctoral study is not like an language course where you only attend classes and get a diploma in a certain amount time: assuming that you are doing well in classes. Rather, his/her time would be better spent improving his understanding of physics and find a good place for graduate study, REGARDLESS of how long the typical duration of study at that place.

Komentar tentang PS Franklin: Menurut saja tidak ambisius untuk seorang Bachelor Fisika untuk meraih doktor dalam 3 tahun. Namun Bachelor tersebut harus memiliki IP 4.0, nilai test TOEFL/GRE yang tinggi, lulus dari perguruan tinggi yang top, dengan skripsi yang dibimbing profesor terkenal dan dipublikasikan di jurnal terkenal pula. Kalau junior Franklin tidak memiliki syarat-syarat tersebut, maka lupakan saja, dan lebih baik pertama-tama fokuskan untuk mencari sekolah.


Haryo


--- In beasiswa@yahoogroups.com, "frank_the_hero" <frank_nasch@...> wrote:
>
> Halo kawan-kawan Laskar Beasiswa,
>
> Franklin ada junior yang baru lulus Bachelor tahun ini. Dia tanya ke Franklin, negara mana yang menawarkan program studi PhD dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Kalau bisa, langsung dapat PhD dalam 3 tahun saja. Alasannya dia tidak mau lama-lama belajar. Maunya dapat gelar secepat mungkin supaya bisa langsung kerja setelah kuliah.
>
> Aneh, setahu Franklin gelar PhD tidak bisa didapat dalam durasi 3 tahun saja... atau bisa jadi memang saya yang kurang tahu sistem pendidikan tinggi di seluruh dunia.
>
> Agar adil, mungkin kawan-kawan Beasiswa bisa berbagi pengalaman waktu yang dibutuhkan untuk lulusan Bachelor bisa dapat gelar PhD dari berbagai negara di seluruh dunia (termasuk waktu yang dibutuhkan bagi sarjana S-1 untuk dapat gelar S-3 jika tetap kuliah PhD (S-3) di Indonesia).
>
> Misalnya:
> Indonesia, Amerika, Jerman, Jepang, Korea, RRC, Taiwan, Australia, Singapura, Kanada, Inggris, Prancis, Denmark, Swedia, dll....
>
> Apakah lulusan S-1 Indonesia wajib mengambil jenjang Master / S-2 dulu sebelum kuliah PhD / S-3? Jika iya, negara mana saja yang mengharuskan demikian, atau negara mana saja yang memperbolehkan sarjana Bachelor boleh langsung lanjut PhD tanpa perlu ambil Master terlebih dahulu?
>
>
> Maju, Laskar Beasiswa!!
> Franklin
>
> PS: Sebagai tambahan, junior saya ingin kuliah PhD Fisika. Pengetahuan fisikanya biasa-biasa saja. Tidak pintar sekali, tapi juga tidak payah sekali. Saya pribadi berpendapat untuk dapat PhD in Physics dalam 3 tahun bagi seorang sarjana Bachelor fisika termasuk kelewat ambisius.
>


------------------------------------

INFO, TIPS BEASISWA, FAQ - ADS:
http://id-scholarships.blogspot.com/

===============================

INFO LOWONGAN DI BIDANG MIGAS:
http://www.lowongan-kerja.info/lowongan/oil-jobs/

===============================

INGIN KELUAR DARI MILIS BEASISWA?
Kirim email kosong ke beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
beasiswa-digest@yahoogroups.com
beasiswa-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
beasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.