web counter Mohon bantu saran - Beasiswa

Header Ads

PKK

Mohon bantu saran

Jika anda yang sedang mencari informasi Mohon bantu saran, maka Beasiswa akan menyampaikan tentang Mohon bantu saran seperti dibawah ini:

ANDA SIBUK BEKERJA, INGIN KULIAH D3 S1 S2
PILIH KELAS KARYAWAN TERBAIK DI DAERAH ANDA
KLIK DISINI



Mohon bantu saran



Dear mas Dhani yang "baru" ditolak 3 kali,...

Saya tidak akan berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan teknis seputar proses mas Dhani dalam berburu beasiswa. Tetapi saya akan lebih meniru para senior yang selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan model seperti Anda tulis itu dengan memompa semangat.

Coba mas Dhani cari lagi di arsip milis ini, tentang cerita-cerita heroik mereka yang saat ini sudah berhasil sekolah ke luar negeri dengan beasiswa. Sebatas yang saya ingat, ditolak kurang dari 10 kali itu biasa deh,mas.

Tau sendiri kan, berapa biaya yang dikeluarkan untuk sekolah ke luar negeri. Belum lagi kebutuhan-kebutuhan yang berbau riset kita. Bayangkan kalau sekolahnya based-on experiment yang berbiaya sangat mahal. Entah dari apparatusnya, bahannya-bahannya, kondisi yang ingin dicapai sebelum eksperimen itu. Dan itu semua bisa dicapai dengan GRATIS. Tentu usahanya pun harus sebanding dengan hasil yang akan didapatkan. Kata orang jawa "jer basuki mawa bea", "no pain no gain" kata tetangga orang jawa.

Lha kalau baru ditolak 3 kali, itu mah seperti biaya pendaftaran saja, mas. Seperti halnya tulisan banner "welcome to the club" ketika Anda masuk ke komunitas pemburu beasiswa ini. Memang tidak sedikit yang sekali melamar langsung tembus dan dapat sesuai yang diinginkan, bergengsi pula. Tetapi tidak bisa disebut sebagai pencilan saja mereka yang mengirimkan lamaran lebih dari 10 kali dan sebanyak itu pula mendapatkan penolakan. Hampir pasti tidak tersedia banyak ruang untuk malas di benak mereka yang bergabung di klub tersebut. Anda sudah mensitirnya di bagian akhir posting Anda.

Justru karena makin banyak gagal itulah kemudian kita jadi belajar. Apalagi mas Dhani mengagumi mereka yang crossing field yang bisa diduga keras karena kelihaian mereka dalam mensinergikan apa yang sedang dilakukan sekarang dengan apa yang didapatkan dulu untuk mendapatkan apa yang diinginkan di masa depan. Sinergi ini dapat dibaca dari statement of purpose (SoP) yang jamak dibutuhkan untuk melamar beasiswa.

Lhah makin sering ditolak, makin sering pula membuat SoP itu. Kalau menunggu yang sama persis dengan bidang yang kita mau, bisa jadi pas kesempatan itu datang, kitalah yang sulit untuk menggapainya. Ada prioritas-prioritas lain yang mungkin akan kita kejar. Oleh karena itulah, para pemburu beasiswa itu, makin lama, makin tajam penciumannya terhadap kesempatan yang ada meski tidak mirip-mirip amat dengan bidang yang dia cita-citakan. Makin lihai pula dalam mengolah kata-kata dalam menunjukkan sinergi yang diperlukan dalam SoP tadi. Anda pernah jadi jurnalis, jadi tidak aneh dengan teknis penulisan SoP ini saya kira.

Jadi, inti dari saran saya adalah, "stop complaining and start working". Sayang waktu yang terbuang untuk meratapi nasib karena ditolak itu. Cukuplah jadikan penolakan itu sebagai pelajaran berharga. Segera mulai untuk melihat kemungkinan lain.


mas Dhani, saya ajak untuk menyaingi saya. 40an kali kirim lamaran, 18an kali ditolak..sisanya didiamkan tanpa jawaban...

welcome to the club...


MK Biddinika
Research Laboratory for Nuclear Reactors
Tokyo Institute of Technology




--- On Fri, 6/12/09, Dhani Aulia <dhani.aulia@yahoo.com> wrote:

From: Dhani Aulia <dhani.aulia@yahoo.com>
Subject: [beasiswa] [butuh info] Mohon bantu saran
To: beasiswa@yahoogroups.com
Date: Friday, June 12, 2009, 8:58 AM

Dear all Laskar Beasiswa members,

Seru sekali membaca gegap gempita semangat dari semua members, baik yang pemula, yang sedang kuliah, hingga yang sudah pulang ke tanah air, bersedia membagi ilmunya.

Saya butuh saran. Latar belakang S1 saya adalah Komunikasi dan setelah lulus pernah bekerja sebagai jurnalis selama kurang 2tahun di bidang politik dan sosial. Sekarang saya bekerja sebagai staf protokoler lokal di salah satu kedutaan lebih dari 2tahun. TOEFL saya bertahan cuma di angka 535, dan IELTS cuma 5.5. Berbekal kemampuan ini, saya pernah nekat applied 3 beasiswa media, salah satunya adalah Erasmus Mundus, yang lain langsung ke univ di UK, namun gagal di tingkat seleksi admin, dengan jawaban bahwa pekerjaan saya sekarang tidak relevan dengan pekerjaan sekarang. Selebihnya mungkin angka TOEFL dan IELTS yang tidak bisa dipertimbangkan, atau memang belum memenuhi syarat karena alasan2 yang lain. Saya memang menghindari syarat dimana pengalaman kerja minimal 2tahun, dan masih bekerja di tempat tersebut saat mendaftar atau proses beasiswa berlangsung. 3 syarat dari beasiswa tersebut menjelaskan pernah memiliki pengalaman kerja relevan dengan jurusan
yang dituju. Sebelum melamar, jawaban komunikasi email dengan 3 beasiswa tersebut pun membuat saya terus maju, karena mereka memberikan jawaban yang membolehkan saya bisa tetap melamar.

Kalau saya harus menyesuaikan professional kerja sekarang, saya mungkin bisa memilih S2 HI, Diplomasi, atau Strategi Politik dan Komunikasi. Meski sejujurnya, saya masih ragu di bidang tersebut karena secara keilmuan, saya miskin dasar pengetahuan ilmunya. Kalau saya menulis motivation letter untuk jurusan tersebut, saya juga bingung mau nulis apa. Saya salut dari kawan2 yang bisa accros major ke bidang yang lain. Apalagi sempat baca kemarin, ada dari teknik ke manajemen. Wow!
Saya sendiri masih meragukan kemampuan sendiri, bahasa simplenya gak sreg.
Di sesi wawancara saya bakal speechless kali ya?
Sempat mempertimbangkan jurusan Komunikasi Internasional.

1. Adakah dari kawan2 bisa bantu kasih masukkan jurusan untuk saya yang bingung ini? (I think this is the most stupid question from me!..:)

2. Jurusan HI, Diplomasi selain di Belanda, dimana lagi jurusan ini ada di negara yang berbahasa Inggris? Saya sendiri malas untuk ikut kursus Bahasa Belanda dan Jerman. Tambah waktu dan biaya lagi dunk :). Penyakit malas ini belum sepenuhnya bergeser, sulit saya ubah.Gak tau nanti. Artinya, keukeuh dengan negara yang berbahasa Inggris saja.

3. Kalau jurusan Media dan Komunikasi kiblatnya memang di UK, bagaimana dengan jurusan Komunikasi Internasional? Ada saran untuk saya?

Please, I need all your suggestion. Dari kawan2, saya belajar lagi arti sebuah semangat. Terus terang, saya sedang putus asa karena 3penolakan itu.

Salam hangat,
Aulia


Download : Pdf / Ms.Word

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.